Ibu.................
Kau orang pertama kulihat
Dalam hidupku
Kau orang pertama membesarkan
Dan mendidikku
Ibu................
Belaian kasih sayangmu
Tak terbalas sepanjang masa
Walau kukumpulkan
Gunung-lautan-daratan
Menjadi satu
Ibu................
Karena sentuhanmulah
Aku begini
Karena didikanmulah
Aku begini
Menjadi anak berbakti
Terimakasih Ibu
Doa selalu kupanjatkan untukmu
Tampilkan postingan dengan label PUISI. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label PUISI. Tampilkan semua postingan
Senin, 29 Desember 2008
TAMAN LANGIT
Bila kini ku berada
Dalam taman mimpi
Dalam taman langitku
Kini cobalah berpaling
Langit takkan berwarna
Aku takkan merasa
Semua takkan berubah
Ini taman mimpiku
Ini taman langitku
Coba-cobalah berpaling
Ini taman mimpi
Ini taman langitku
Tak perlu kau bayangkan
Tak perlu kau renungkan
Dalam taman mimpi
Dalam taman langitku
Kini cobalah berpaling
Langit takkan berwarna
Aku takkan merasa
Semua takkan berubah
Ini taman mimpiku
Ini taman langitku
Coba-cobalah berpaling
Ini taman mimpi
Ini taman langitku
Tak perlu kau bayangkan
Tak perlu kau renungkan
JAUH MIMPIKU
Pernahku simpan jauh rasa ini
Berdua jalani cerita
Kau ciptakan mimpiku
Jujurku hanya sesalkan diriku
Kuharus lepaskanmu
Melupakan senyummu
Semua tentangmu
Tentangku
Hanya harap
Jauh ku jauh mimpiku
Dengan inginku
Berdua jalani cerita
Kau ciptakan mimpiku
Jujurku hanya sesalkan diriku
Kuharus lepaskanmu
Melupakan senyummu
Semua tentangmu
Tentangku
Hanya harap
Jauh ku jauh mimpiku
Dengan inginku
SAHABAT
Bayanganku melayang
Seluruh nafasku terbang
Bayanganku menghilang
Semua tanpamu teman
Bila nafasku lepas
Semua langkah yang lelah
Semua waktu yang hilang
Tapi bayangmu tetap
Ingatkanku semua wahai sahabat
Kita untuk selamanya kita percaya
Kita lebarkan arah dan tak pernah lelah
Ingatkanku semua wahai sahabat
Seluruh nafasku terbang
Bayanganku menghilang
Semua tanpamu teman
Bila nafasku lepas
Semua langkah yang lelah
Semua waktu yang hilang
Tapi bayangmu tetap
Ingatkanku semua wahai sahabat
Kita untuk selamanya kita percaya
Kita lebarkan arah dan tak pernah lelah
Ingatkanku semua wahai sahabat
Senin, 15 Desember 2008
MALAM BERBISIK
Kesunyian sukmaku
Bernyanyi dalam remang
Lewati akan kataku
Tak mampu beranjak pulang
Hanya kupandang slalu
Langkah yang pelan
Malam berdesis angin
Hanya terdengar lirih sayup-sayup berdesak
Hangat selimut malam
Temani dirimu dalam ketakutan
Suara-suara bintang malam
Menghibur diri dalam kesendirian
Petang bisikkan kegelapannya
Mengungkap rasa dalam kesunyianku
Tentang luka yang bernaung dalam jiwa
Biar diriku yang akan merasa
Hawa dingin merasuk di hati
Mengundang segala sesal
Seramnya, malam sepi
Bertautan dalam jeritku
Bernyanyi dalam remang
Lewati akan kataku
Tak mampu beranjak pulang
Hanya kupandang slalu
Langkah yang pelan
Malam berdesis angin
Hanya terdengar lirih sayup-sayup berdesak
Hangat selimut malam
Temani dirimu dalam ketakutan
Suara-suara bintang malam
Menghibur diri dalam kesendirian
Petang bisikkan kegelapannya
Mengungkap rasa dalam kesunyianku
Tentang luka yang bernaung dalam jiwa
Biar diriku yang akan merasa
Hawa dingin merasuk di hati
Mengundang segala sesal
Seramnya, malam sepi
Bertautan dalam jeritku
Langganan:
Postingan (Atom)